Header Ads

Dana Investasi Belum Optimal, BI Akui Banyak Investor Asing Jual Surat Utang


SIKAT MIRING - Bank Indonesia mengakui kondisi investasi asing memang dianggap belum optimal. Apalagi beberapa investor juga banyak yang mulai melepas portofolio yang diinvestasikannya. Salah satunya di instrumen Surat Berharga Negara (SBN).

“Sampai saat ini, masih tunjukkan kenaikan, beberapa minggu terakhir ada adjustment di portofolio misalnya di pasar saham sama di obilgasi. Juga di SBN ternyata ada pergerakan outflow (dana keluar),” tandas Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, ditulis Sabtu (21/10).

Masalah ini, kata dia, karena kondisi pelaku pasar masih menunggu pergantian calon Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Karena saat ini, pasar masih menunggu apakah masih tetap dipegang Janet Yellen apakah ganti dengan nama-nama yang banyak dibicarakan saat ini, seperti Jhon Taylor atau Cavin Wost.

“Jadi pasar sedang meneliti apakah mereka itu alirannya dovish hawkish?Hawkish itu yang dianggap bahwa mereka senang dengan monetery yang ketat, dovish itu senangnya dengan moneter yang longgar. Itu pasar masih wait and see,” jelas Mirza.

Namun begitu, kondisi saat ini diakuinya belum stabil. Karena laju outflow dana investasi juga masih tinggi, seperti di pasar SBN itu.

“Tapi nanti begitu gubernur bank sentral AS sudah dipilih oleh Presiden Trump yang rencananya sebelum 3 November 2017. Maka pasar akan kembali stabil,” kata dia.

Berdasar data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi sepanjang semester I 2017 sebesar Rp 336,7 triliun atau mengalami perubahan 12,9 persen dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya‎ sebesar Rp 298,1 triliun.

Realisasi tersebut terdiri dari penanaman modal asing sebesar Rp 206,9 triliun dan penanaman modal dalam negeri senilai Rp 129,8 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja diklaimnya sebesar 345.323 orang.

No comments